Rabu, 26 Februari 2014
Dabbatul Ardhi
Dabbat al-Ard (دابة الأرض) merupakan frasa yang bermakna binatang buas (raksasa) yang muncul dari perut bumi.Dalam Islam munculnya binatang ini adalah salah satu tanda-tanda sebelum datangnya akhir zaman (kiamat).
Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan binatang ini dengan rinci,"Kepalanya seperti kepala kerbau,matanya seperti mata khinzir(babi),telinganya seperti telinga gajah,tanduknya seperti tanduk rusa jantan,lehernya seperti leher burung unta,dadanya seperti dada singa,warna kulitnya seperti warna kulit harimau,panggulnya seperti panggul kucing,ekornya seperti ekor biri-biri jantan dan kakinya seperti kaki unta,Diantara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus.tetapi keterangan ini belum dapat digunakan sebagai acuan berkenaan dengan tidak ada hadits-hadits shahih yang bisa dijadikan acuan yang menerangkannya secara rinci.Wallahu A`lam dengan hadits-hadits sifat-sifat tersebut.Masalah berapa besarnya tidak terlalu penting bagi kita.Cukup bagi kita untuk meyakini bahwa binatang ini akan benar-benar di hari kiamat nanti.
Tujuannya dikeluarkannya Dabbatul Ardhi dari perut bumi oleh Allah SWT,yaitu :
- Berbicara (memperkatakan) kepada manusia bahwa: "Sesungguhnya manusia sudah tidak yakin dengan ayat-ayat Allah."
- Memberi tanda atau cap di tiap-tiap wajah manusia dimana tanda-tanda itu akan membuat wajah orang mukmin bercahaya dan menggelapkan wajah dari orang-orang kafir.
- Bahkan orang-orang yang berada di yang paling terjaga dan terhormat Masjidil Haram,ia tidak akan berhenti dari kejaran mereka, ia akan memekik(bersuara) antara maqam Ibrahim dengan Hajarul Aswad (Ka'bah) sambil menebarkan tanah dari kepalanya,kemudian ia menghadap ke timur dan mengeluarkan suara keras yang melampaui segala penjurunya,kemudian ia menghadap ke barat dan melakukan hal yang sama.Hal itu menyebabkan manusia terpisah darinya secara bersama-sama (cerai-berai dan dengan berkelompok) sedangkan satu kelompok dari kaum Muslim akan tetap bersiteguh dan mereka telah mengetahui bahwa ia adalah binatanag Allah SWT sedangkan mereka tidak akan dapat mengalahkan Allah SWT.
Binatang tersebut memberi tanda pada muka orang mukminin sehingga menjadi terang seperti bintang dan binatang tersebut akan berjalan di muka bumi yang tidak dapat dikejar oleh siapapun serta tidak seorangpun yang dapat melarikan diri darinya, apabila seorang laki-laki berlindung darinya dengan melakukan shalat, maka ia akan datang dari belakangnya dengan berkata: "Hai fulan mengapa baru sekarang kamu shalat?" lalu ia memberi tanda pada mukanya dan pergi.
Rasulullah bersabda:
"binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan cincin Sulaiman,maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang Mu'min dengan cincin,sehingga apabila berkumpul beberapa orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: "Makanlah ini wahai orang Mu'min" dan "makanlah ini wahai orang kafir".
(Riwayat Abu Dawud Ath Thayalisi,Ahmad dan Ibn Majah,semua riwayat tersebut berasal dari Hammad bin Salamah dari Abi Hurairah)
Binatang tersebut memberi tanda pada muka orang mukminin sehingga ia menjadi terang seperti bintang dan binatang tersebut akan berjalan di muka bumi yang tidak dapat dikejar oleh siapapun serta tidak seorangpun yang dapat melarikan diri darinya, bahkan apabila seorang laki-laki berselindung darinya dengan melakukan shalat, maka Dabbatul Ardhi akan datang dari belakangnya dengan berkata: “Hai fulan mengapa baru sekarang kamu shalat?” Lalu ia memberi tanda pada mukanya dan pergi.
Rasulullah bersabda:
“Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang Mu’min degan cincin, sehingga degan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: “Makanlah ini wahai orang Mu’min” dan “makanlah ini wahai orang kafir.”
(Riwayat Abu Dawud Ath Thayalisi, Ahmad dan Ibn Majah, semua riwayat tersebut berasal dari Hammad bin Salamah dari Abi Hurairah)
‘Abdullah bin Amru bin ‘Ash berkata bahwasanya binatang ini adalah Al Jassasah yang pernah disebut dalam hadits Tamimuddary. (Lihat Syarah An Nawawi atas Shahih Muslim).
Sumber:Wikipedia,kerabubersuara.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar