Minggu, 05 Januari 2014

PENGEMIS TUA


Mungkin di negeri ini,pengemis dan pengamen jalanan sudah menjadi pemandangan yang biasa.Potret kehidupan sisi kota,menghiasi sudut-sudut kota.

Terkadang,terketuk pintu hati melihat pengemis-pengemis tua renta,duduk di pinggiran toko.Meminta sedikit welas asih dari orang-orang yang lewat,walau sering mereka lewat serasa acuh tak acuh dengan keadaan mereka.Padahal,dengan umur dan kondisi fisik mereka yang tak lagi kuat seperti dulu,apakah pantas mereka menikmati hari tua mereka dengan mengemis mengharap sedikit rezeki demi sesuap nasi ditengah panas terik dan hujan?

Saya pernah punya sebuah pengalaman,saat itu saya masih Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) di sebuah sekolah di daerah Bekasi.Waktu itu saya Prakerin (Praktek Kerja Lapangan) di sebuah perusahaan milik negara.

Saat waktu istirahat tiba,Saya dan teman saya keluar untuk makan siang.Kami berjalan menyusuri emperan toko yang menjual berbagai aneka rupa makanan.Setelah kami selesai makan,secara tidak sengaja mata saya tertuju pada sekumpulan anak kecil yang sedang mengais tempat sampah.jumlah mereka kurang lebih 5 orang.mereka membawa sebuah kantong besar yang mereka pikul.Diantara mereka ada seorang anak perempuan,dan di dekatnya sorang anak laki-laki yang sedang menuntunnya,mungkin kakaknya.Mereka sibuk mengais tempat sampah mencari benda-benda yang mungkin masih layak digunakan,tak terbayang dibenak saya sebagai orang awam,untuk mengais tempat sampah yang kotor dan menjijikan.tetapi,itu semua bukanlah halangan untuk mereka.karena.itulah mata pencaharian mereka.

Tiba-tiba,teman saya mengajak kembali ke tempat kerja karena jam istirahat hampir habis.Saat perjalanan kembali ke tempat kerja,mata saya tertuju pada seorang kakek tua renta yang sedang duduk di pinggiran toko,tangan kirinya menadah keatas,sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.Sepertinya ada yang aneh dari kedua matanya,matanya tertutup rapat tanpa celah.dengan pakaian batik lusuh dan dengan beralaskan koran dia mengemis meminta sedikit rezeki dari orang orang yang berlalu lalang.tetapi tak ada satupun orang yang memberi,bahkan menengokpun enggan.saya ingin memberi sedikit uang saku saya tetapi tak ada uang lebih.
Saya termenung melihat apa yang baru saja saya lihat,sebuah potret kehidupan yang tanpa kepastian.Dimana Ego dan Gengsi berkuasa.Dimana Hak Asasi Manusia tak ada harganya.Mencoba memetik hikmah dari pengalaman ini.Selalu bersyukur kepada Allah atas keadaan kita yang sekarang,mungkin ada beberapa saudara saudara kita yang kurang beruntung dari kita,jadi jangan selalu melihat keadaan orang orang yang diatas,sesekali tengoklah keadaan saudara saudara kita yang dibawah.

Perintah bersyukur
Allah SWT berfirman :Bersyukurlah kepada Allah dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al Lukman:12)Menyintai orang fakir termasuk pekerti para nabi dan benci orang miskin termasuk pekerti Fir’aun.”“Sebaik-baiknya (orang) Islam adalah yang memberi makanan (kepada) orang-orang miskin dan memberi salam.” 


KISAH UGLY SI KUCING JALANAN
Setiap orang di sekitar mengenal dia sebagai si "Ugly"(buruk rupa).Dia adalah kucing jalanan.dia menyukai 3 hal dalam hidupnya:berdebat,makan dari tempat sampah,dan dicintai..begitu juga berbicara.kombinasikan semua ini dengan kenyataan bahwa dia hidup seumur hidupnya di jalan,membawa beberapa penampilan aneh kepada dirinya.

pertama dia hanya memiliki satu mata.di tempat dimana dia seharusnya memiliki matanya yang ada sebuah celah lebar,dan yang satunya lagi terlihat seperti lubang hampa.dari sisi yang sama dia juga kehilangan kupingnya.kaki kirinya sepertinya memiliki luka serius di masa lalu,membuat bentuk yang sangat aneh untuk seekor kaki kucing,jadi ketika dia berjalan dia terlihat seperti berbelok daripada berjalan lurus.dan untuk ekornya,sepertinya telah hilang untuk waktu yang lama,meninggalkan ekor yang sangat kecil.

"Ugly"seharusnya menjadi kucing dengan pola abu-abu dan sekarang kau bisa menlihat bekas luka dari bulu aslinya dimana mana.sebagai contoh di kepalanya,leher,punggung ataupun kaki.setiap orang yang melihat dia selalu memberikan reaksi yang sama:"BENAR-BENAR KUCING YANG BURUK RUPA!"

semua anak-anak di perumahan telah diberi perintah dari orang tua mereka untuk tidak menyentuh dia,dan orang dewasa akan melemparinya dengan batu dan yang lain lain untuk digunakan sebagai alasan tersebut.pernah sekali seseorang melemparinya dengan buku telepon,sementara "Olahraga" yang biasa ia terima dari para tetangga adalah kantung penuh dengan sampah.suatu waktu ia pernah diguyur air dari atas balkon,ditendang ketika ia mencoba memasuki rumah dari seseorang yang dipandang dan dihormati di sekitar lingkungan itu,dan ia berfikir itu menyenangkan untuk mempincangkan kakinya di luar rumah ketika si kucing jalanan menolak pergi dari tempat ia berpijak untuk sekedar meminta ruang.

bahkan dalam..."keunggulan" manusia melawan binatang jalanan yang tak berdaya,reaksi Ugly tetap sama.jika seseorang mengguyurnya dengan air dia akan tetap diam di posisinya,menerima guyuran,sampai "pemadam kebakaran" itu tersadar berapa uang yang ia harus bayar ke perusahaan air,demi menghentikan seekor kucing jalanan.jika ia dilempari sesuatu,ia melingkarkan tubuhnya dan diam tak bergerak.

setiap ia melihat anak-anak bermain,dia akan berlari menuju mereka mengeong mencoba mengeluskan kepalanya ke tangan atau kaki mereka,seakan dia meminta memohon untuk sedikit saja kasih sayang.

setelah semua hal buruk yang terjadi,Ugly tidak pernah merasa dalam bahaya,jadi suatu ketika saat dia mengekspresikan kemurnian hatinya kepada seekor anjing tetangga,sudah jelas sang anjing terlihat tidak berbagi perasaan yang sama dengan Ugly,yang malah menggigitnya dengan rahangnya yang kuat.aku mendengar jeritan kucing dan di waktu yang sama salakan dari anjing apartemenku dan aku berlari ke jendela untuk melihat apa yang terjadi.aku lalu tidak memikirkan tentang apapun dan segera berlari ke bawah tangga untuk menyelamatkan kucing yang malang itu.sang pemilik anjing telah melepaskan kucing itu dalam cengkraman sang anjing dan menarik anjingnya masuk ke dalam rumah.

Ugly tergeletak di aspal dan menyadari kehidupannya yang menyedihkan akan segera mendekati akhirnya.

dia tergeletak berlumuran darah.kakinya yang tidak normal terpuntir dan dia menderita luka yang besar di kepalanya.aku mengangkatnya perlahan,memeluknya dan mencoba membawanya ke rumahku.aku mendengar suara kecil,seperti sebuah erangan,aku berfikir "aku mungkin telah menyakitinya dengan memegangnya".aku fikir.

dengan rasa sakit yang tak terkira dan ajal menantinya,dia mencoba menjilat kupingku.aku pegang dia lebih dekat,dan dia mengeluskan kepalanya ke tanganku,dengantulus dan penuh kasih sayang.dia mengalihkan pandangannya kepadaku.

bahkan dalam posisi kesakitan,kucing yang mengerikan dan buruk rupa ini hanya meminta sedikit kasih sayang.

sekilas aku merasa Ugly adalah mahluk yang indah,yang sangat penyayang yang pernah aku temui.bahkan dalam jalan yang ia tempuh,bahkan dalam kesakitan dan kepedihan yang ia rasakan,dia tidak mencoba untuk mencakar atau menggigitku atau bahkan kabur dari tanganku,yang aku berfikir itu reaksi alami binatang.dia melihatku dengan penuh keyakinan,berharap bahwa aku akan melakukan sesuatu untuk menghapus rasa sakitnya.

dia mati di tanganku sebelum aku dapat kembali ke rumahku.aku berdiam diri beberapa lama di tangga,memeluk tubuh Ugly di genggamanku dan berfikir bagaimana bisa seekor kucing yang mengerikan bisa merubah opiniku tentang apa arti dari kemurnian hati,jadi semua saling percaya dan melengkapi.

Ugly memberiku pelajaran tentang kemanusiaan,lebih dari ribuan buku,debat ataupun acara TV,dan untuk itu aku selalu berterima kasih kepadanya.dia sangat mengerikan di luar,tapi untuk untuk itu adalah waktu untuk belajar mengenai arti dari kasih sayang yang sesungguhnya.


KITA HIDUP DI DUNIA YANG SINGKAT.SEBAGIAN BESAR KITA BERPERSEPSI BAHWA SESUATU DINILAI DARI APA YANG DINILAI.SEMOGA KISAH UGLY BISA MENGINGATKAN KITA ADA SESUATU YANG LEBIH DARI APA YANG TERLIHAT.