PENGEMIS TUA
Mungkin di negeri ini,pengemis dan pengamen jalanan sudah menjadi pemandangan yang biasa.Potret kehidupan sisi kota,menghiasi sudut-sudut kota.
Terkadang,terketuk pintu hati melihat pengemis-pengemis tua renta,duduk di pinggiran toko.Meminta sedikit welas asih dari orang-orang yang lewat,walau sering mereka lewat serasa acuh tak acuh dengan keadaan mereka.Padahal,dengan umur dan kondisi fisik mereka yang tak lagi kuat seperti dulu,apakah pantas mereka menikmati hari tua mereka dengan mengemis mengharap sedikit rezeki demi sesuap nasi ditengah panas terik dan hujan?
Saya pernah punya sebuah pengalaman,saat itu saya masih Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) di sebuah sekolah di daerah Bekasi.Waktu itu saya Prakerin (Praktek Kerja Lapangan) di sebuah perusahaan milik negara.
Saat waktu istirahat tiba,Saya dan teman saya keluar untuk makan siang.Kami berjalan menyusuri emperan toko yang menjual berbagai aneka rupa makanan.Setelah kami selesai makan,secara tidak sengaja mata saya tertuju pada sekumpulan anak kecil yang sedang mengais tempat sampah.jumlah mereka kurang lebih 5 orang.mereka membawa sebuah kantong besar yang mereka pikul.Diantara mereka ada seorang anak perempuan,dan di dekatnya sorang anak laki-laki yang sedang menuntunnya,mungkin kakaknya.Mereka sibuk mengais tempat sampah mencari benda-benda yang mungkin masih layak digunakan,tak terbayang dibenak saya sebagai orang awam,untuk mengais tempat sampah yang kotor dan menjijikan.tetapi,itu semua bukanlah halangan untuk mereka.karena.itulah mata pencaharian mereka.
Tiba-tiba,teman saya mengajak kembali ke tempat kerja karena jam istirahat hampir habis.Saat perjalanan kembali ke tempat kerja,mata saya tertuju pada seorang kakek tua renta yang sedang duduk di pinggiran toko,tangan kirinya menadah keatas,sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.Sepertinya ada yang aneh dari kedua matanya,matanya tertutup rapat tanpa celah.dengan pakaian batik lusuh dan dengan beralaskan koran dia mengemis meminta sedikit rezeki dari orang orang yang berlalu lalang.tetapi tak ada satupun orang yang memberi,bahkan menengokpun enggan.saya ingin memberi sedikit uang saku saya tetapi tak ada uang lebih.
Saya pernah punya sebuah pengalaman,saat itu saya masih Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) di sebuah sekolah di daerah Bekasi.Waktu itu saya Prakerin (Praktek Kerja Lapangan) di sebuah perusahaan milik negara.
Saat waktu istirahat tiba,Saya dan teman saya keluar untuk makan siang.Kami berjalan menyusuri emperan toko yang menjual berbagai aneka rupa makanan.Setelah kami selesai makan,secara tidak sengaja mata saya tertuju pada sekumpulan anak kecil yang sedang mengais tempat sampah.jumlah mereka kurang lebih 5 orang.mereka membawa sebuah kantong besar yang mereka pikul.Diantara mereka ada seorang anak perempuan,dan di dekatnya sorang anak laki-laki yang sedang menuntunnya,mungkin kakaknya.Mereka sibuk mengais tempat sampah mencari benda-benda yang mungkin masih layak digunakan,tak terbayang dibenak saya sebagai orang awam,untuk mengais tempat sampah yang kotor dan menjijikan.tetapi,itu semua bukanlah halangan untuk mereka.karena.itulah mata pencaharian mereka.
Tiba-tiba,teman saya mengajak kembali ke tempat kerja karena jam istirahat hampir habis.Saat perjalanan kembali ke tempat kerja,mata saya tertuju pada seorang kakek tua renta yang sedang duduk di pinggiran toko,tangan kirinya menadah keatas,sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.Sepertinya ada yang aneh dari kedua matanya,matanya tertutup rapat tanpa celah.dengan pakaian batik lusuh dan dengan beralaskan koran dia mengemis meminta sedikit rezeki dari orang orang yang berlalu lalang.tetapi tak ada satupun orang yang memberi,bahkan menengokpun enggan.saya ingin memberi sedikit uang saku saya tetapi tak ada uang lebih.
Saya termenung melihat apa yang baru saja saya lihat,sebuah potret kehidupan yang tanpa kepastian.Dimana Ego dan Gengsi berkuasa.Dimana Hak Asasi Manusia tak ada harganya.Mencoba memetik hikmah dari pengalaman ini.Selalu bersyukur kepada Allah atas keadaan kita yang sekarang,mungkin ada beberapa saudara saudara kita yang kurang beruntung dari kita,jadi jangan selalu melihat keadaan orang orang yang diatas,sesekali tengoklah keadaan saudara saudara kita yang dibawah.
Perintah bersyukur
Allah SWT berfirman :Bersyukurlah kepada Allah dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al Lukman:12)Menyintai orang fakir termasuk pekerti para nabi dan benci orang miskin termasuk pekerti Fir’aun.”“Sebaik-baiknya (orang) Islam adalah yang memberi makanan (kepada) orang-orang miskin dan memberi salam.”
Perintah bersyukur
Allah SWT berfirman :Bersyukurlah kepada Allah dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al Lukman:12)Menyintai orang fakir termasuk pekerti para nabi dan benci orang miskin termasuk pekerti Fir’aun.”“Sebaik-baiknya (orang) Islam adalah yang memberi makanan (kepada) orang-orang miskin dan memberi salam.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar